Masuki Tahun Ke-5, PT Nafasindo Konsisten Gelar Aksi Donor Darah Massal
Aceh Singkil - Lebih dari seratus karyawan PT Nafasindo bersama sejumlah pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi donor darah massal di Klinik Kebun Perusahaan, Jl. Rimo – Kota Baharu, KM 9.6 – Lae Gombar, Desa Samar Dua, Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (15/6/2026). Aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah untuk menyuplai kebutuhan stok darah di RSUD Aceh Singkil.
Kegiatan bakti sosial yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD Aceh Singkil ini merupakan agenda tahunan ke-5 yang konsisten dijalankan perusahaan sejak 2022. Langkah sinergis ini menjadi angin segar di tengah tingginya kebutuhan darah daerah yang mencapai 100 kantong per bulan.
Penanggung Jawab Klinik PT Nafasindo, dr. Rifyal Kaaf, menyatakan kegiatan ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam membantu menyuplai kebutuhan bank darah rumah sakit untuk membantu pasien yang membutuhkan.
"Kami mengadakan bakti sosial donor darah sebagai kontribusi kami untuk membantu memenuhi stok darah di rumah sakit. Pesertanya dari kalangan karyawan dan juga dari luar, terutama rekan-rekan dari PSHT yang sudah rutin bekerja sama dari tahun ke tahun," ujar dr. Rifyal di lokasi, Senin (15/6).
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap aksi kemanusiaan ini, manajemen PT Nafasindo memberikan apresiasi berupa dispensasi khusus bagi karyawan yang ikut mendonorkan darahnya.
"Karyawan yang mendonor diberikan dispensasi pulang lebih cepat untuk istirahat di rumah. Momentumnya juga pas karena besok dan beberapa hari lagi berdekatan dengan hari libur, jadi mereka bisa memulihkan fisik secara maksimal," tambahnya.
Dari ratusan peserta yang mendaftar dan mengantre, tim medis RSUD menerapkan skrining kesehatan yang ketat. Hasilnya, hingga pukul 12.00 WIB sebanyak 47 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Sekretaris PMI Kabupaten Aceh Singkil, Rahmad Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi pihak perusahaan dalam menyokong stok darah daerah. Pasokan berkala ini sangat krusial mengingat minimnya stok siaga di rumah sakit saat terjadi kondisi darurat.
Berdasarkan data PMI, rata-rata kebutuhan darah di Kabupaten Aceh Singkil menyentuh angka 100 kantong setiap bulannya, dengan golongan darah A dan AB sebagai varian yang paling langka didapatkan.
"Kebutuhan harian di rumah sakit sangat tinggi. Jika tidak ada stok darah yang siap siaga (standby), pasien, terutama yang dalam kondisi kritis akan sangat kesulitan," tegas Rahmad.
Melihat besarnya dampak positif dari kolaborasi ini, PMI Aceh Singkil berharap skema serupa dapat diduplikasi oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit (PMKS) lain yang tersebar di wilayah Aceh Singkil pada bulan-bulan berikutnya.
"Harapan kita, aksi ini bisa bergilir ke perusahaan lain yang juga memiliki banyak karyawan. Selain itu, ke depan PMI akan merutinkan program jemput bola ke desa-desa dan sekolah untuk mengedukasi generasi muda, agar masyarakat tidak ragu lagi untuk mendonorkan darahnya," pungkas Rahmad.
